Sabtu, 15 September 2018

Apple Klaim Sudah Kapalkan 2 Miliar Perangkat iOS



Apple Klaim Sudah Kapalkan 2 Miliar Perangkat iOS




Apple mengklaim telah mengapalkan nyaris dua miliar perangkat iOS. Pernyataan itu disampaikan CEO Apple Tim Cook, di peluncuran iPhone terbaru yang diadakan di Steve Jobs Theater, Apple Campus.
“Ini menakjubkan. iOS telah mengubah cara kita untuk hidup, mulai dari cara bekerja sampai cara kita berbelanja, memesan makanan, transportasi, dan berkomunikasi satu sama lain,” kata Cook dalam sesi keynotes-nya seperti dilansir CNET.

Tak cuma itu, orang nomor satu di Apple tersebut juga mengungkap pencapaian lain yang diraih perusahaan pada tahun ini. 

Selain telah mengapalkan dua miliar perangkat iOS, Apple juga mencatat ada sekitar 500 juta pengunjung Apple Store di setiap tahunnya. 
Butuh kurang lebih dua tahun bagi Apple untuk mencetak angka dua miliar pada perangkat iOS yang dikapalkan.

Pada awal 2016, perusahaan teknologi yang bermarkas yang di Cupertino, Amerika Serikat (AS) itu juga mengumumkan bahwa sebanyak 1 miliar perangkatnya telah diaktifkan di seluruh dunia.
Meski tidak memaparkan data rinci mengenai angka ini, diperkirakan beberapa perangkat iOS yang terbanyak digunakan adalah iPhone, iPad, Mac, Apple TV, serta Apple Watch.

Apple sendiri baru saja memperkenalkan tiga model iPhone versi terbaru. Dalam acara yang digelar pada 12 September 2018 waktu Amerika Serikat itu, Apple merilis iPhone XS, XS Max, dan XR.

"iPhone X merupakan definisi smartphone masa depan. Smartphone ini hadir dengan revolusi fitur Face ID dan modus kamera Portrait Mode. 98 pelanggan kami puas dengan iPhone X," tutur CEO Apple Tim Cook saat peluncuran.

Oleh sebab itu, Apple menghadirkan iPhone XS sebagai penerus smartphone tersebut. Hadir dalam dua model, iPhone X dan iPhone XS Max, smartphone ini memiliki desain identik dengan pendahulunya.
Keduanya tetap mengadopsi desain layar edge-to-edge alias bezeless dengan notch di bagian atas.

Dalam notch terdapat sejumlah sensor, seperti kamera depan, infrared, flood illuminator, sensor ambient light, proximity, microphone, dan dot projector.

iPhone XS memiliki layar 5,8 inci dengan panel OLED Super Retina, sedangkan iPhone XS Max memiliki layar yang lebih besar, yakni 6,5 inci dengan spesifikasi layar serupa.
Kedua iPhone memiliki material stainless steel dengan bezel silver yang menyelimuti pinggiran bodi. Apple turut menyertakan sertifikasi IP68 sehingga kedua model ini tahan air hingga kedalaman 2 meter.
Untuk spesifikasi, iPhone XS dan XS Max dipersenjatai prosesor terbaru Apple, yakni A12 Bionic. Prosesor ini dibekali teknologi Neural Engine dan memiliki 6,9 miliar unit transistor dengan CPU 6 inti.

Seperti biasa, Apple menyediakan tiga pilihan kapasitas penyimpanan untuk kedua iPhone tersebut, yakni 64GB, dan 128GB, dan 256GB.

Urusan fotografi, Apple menghadirkan konfigurasi kamera utama ganda untuk XS dan XS Max yang sama-sama beresolusi 12MP. Keperluan selfie diserahkan pada kamera depan beresolusi 7MP.
Baik iPhone XS dan XS Max hadir dalam tiga pilihan warna, yakni silver, gold and space gray. Apple membanderol iPhone XS mulai harga US$ 999 (Rp 14 juta), sedangkan XS Max US$ 1.099 (Rp 16,2 juta).  Tour Murah

Elon Musk Akan Kirim Manusia ke Bulan dengan Teknologi Roket SpaceX



Elon Musk Akan Kirim Manusia ke Bulan dengan Teknologi  Roket SpaceX



Beberapa hari lalu, perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, mengumumkan rencananya mengirim penumpang pertama untuk perjalanan ke bulan.

Dalam keterangan lewat Twitter, disebutkan bahwa pesawat yang akan digunakan membawa penumpang pertama SpaceX adalah Big Falcon Rocket.

"SpaceX telah menandatangani kesepakatan tentang penumpang pribadi pertama di dunia yang akan terbang mengelilingi bulan di atas kendaraan kami, Big Falcon Rocket," kata SpaceX.

SpaceX menyebut, hal ini menjadi langkah penting untuk menuju akses bagi mereka yang bermimpi untuk wisata ke luar angkasa.  Tour Murah

SpaceX juga mengatakan, pihaknya akan mengumumkan siapa nama penumpang yang terbang pertama kali ke bulan, serta menjelaskan mengapa orang itu dipilih untuk melakukan penerbangan pertama bersama SpaceX ke bulan.

Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya perusahaan mengumumkan bahwa pihaknya akan meluncurkan misi terbang mengelilingi bulan, tetapi tidak mendarat di sana.

Sebelumnya, SpaceX juga mengumumkan misi penerbangan mengelilingi bulan pada Februari 2017 dengan dua awak.
Awalnya, rencana ini bertujuan untuk meluncurkan dua warga sipil di jalur yang sama dengan astronot Apollo 13 NASA.

Disebutkan pula, mulanya penerbangan dilakukan dengan roket Falcon Heavy, perusahaan bersiap untuk terbang pertama kali di awal 2019.
Namun, SpaceX ke luar dari rencana awalnya dan hanya mengangkut satu penumpang.
Menurut petunjuk Elon Musk, kemungkinan penumpang pertama yang terbang ke bulan dengan BFR adalah orang Jepang.

Sebelumnya, Big Falcon Rocket sudah diperkenalkan oleh Elon Musk dalam sebuah presentasinya pada 2017.

Wahana angkasa ini memiliki tinggi 157 kaki yang akan diterbangkan oleh roket booster setinggi 191 kaki ke orbit.
SpaceX tak cuma datang untuk mendemostrasikan kemampuan BFR dengan sebuah misi, tetapi juga merilis desain baru pesawat tersebut.
Musk mengonfirmasi, rendering terbaru SpaceX adalah versi terbaru dari BFR. Meski tidak rinci menjelaskan tentang BFR, pesawat luar angkasa yang ditunjukkan dalam gambar terlihat lebih rendah dibandingkan aslinya. Pesawat ini juga memiliki ekor besar dan dua sayap kecil.